just the way i am

Aku patah

Apa kolerasi antara bakat dan minat? Mungkin bakat akan lebih mendominan dalam terbentuknya sebuah kemampuan seseorang. Dan minat? Hanya sekedar kepuasan yang fana, nafsu, keinginan yang tidak nyata. Aku.. berada dalam titik terendah sebagai individu yang sedang berkembang. Ketika kamu… mempunyai kemampuan berimajinasi dan kamu tidak bisa merealisasikan apa yang kamu imajinasikan. Sakit. Kecewa. Bodoh. Aku hanya menjadi seorang yang memaksakan sebuah keminatan menjadi sebuah kemampuan. Aku.. tidak pernah pandai menggambar. Ayahku seorang penggambar yang hebat, tapi aku tidak pernah merealisasikan apa yang aku punya. Imajinasi. Imajinasi yang aku punya hanya akan berkahir menjadi semua omong kosong. Imajinasi ku hanyalah sebuah angan angan yang tidak bisa di realisasikan. Aku.. patah semangat.


Hangat

Hujan deras mengguyur seluruh kota Bandung, hujan tanpa henti dari pagi hingga sore ini mebuat cuaca di sekitar menjadi lebih dingin sekaligus hangat. Hangat. Ya, hangat. Apa yang kamu ketahui mengenai hangat? Hangat adalah ketika kamu meraih tangan ku lalu menggengam nya dan meniupkan udara kedalamnya agar tangan ku tidak lagi kaku dan menaruhnya di pipimu. Adalah ketika kamu, menjatuhkan tangan mu di pundak ku. Adalah ketika kamu, memeluk ku hingga aku kehabisan napas, lalu aku mendorongmu dan kita tertawa hangat. Adalah ketika kamu, menatap dalam mataku ditengah hujan deras sesembari berkata ‘aku sayang kamu’. Hangat.


Cintapucino

Secangkir Cappucino panas dan manis

Apa yang kamu pikirkan mengenai Cappucino?

Kau tahu, jika meminum Cappucino saat panas, lidah ini bisa melepuh!

Tapi.. jika kita menunggu Cappucino itu dengin, maka rasanya hambar. Tak manis lagi.

Bagaimana jika kita meminum Cappucino dengan cepat?

Mungkin kita tidak bisa merasakan manis dan hangatnya Cappucino itu.

Sedangkan, pada dasarnya Cappucino itu akan terasa nikmat jika kita bisa menikmati manis dan hangatnya Cappucino itu..




I don’t want you to make something that is ‘sweet’ on purpose. I want things to ‘sweet’ it happened by itself. Because me and you.
Friday, 25 oct. 5.41pm

Hujan dan Rindu

19.24 dengan suhu 24 derajat celcius. Hujan masih mengguyuri kota Bandung. Hujan.. Hujan.. Hujan.. It’s heavy rainy. Jalanan sepi.. sepi karena hujan. Kenapa hujan itu selalu identik dengan kesedihan? Hm, sebenernya bukan kesedihan tapi rasa ‘Mellow’ atau lebih tepatnya mendung, murung. Kenapa? Apa salah hujan? Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Sesederhana itu, tapi banyak maknya.
    Hujan punya dua alasan kenapa dia turun kebumi. 1) Memberikan kehidupan untuk semua mahkluk di bumi ini. Tanpa air apa jadinya kita? Sedangkan manusia ini 60% terdiri dari air. Darah? Darah itu cair, mengandung air. Kita bisa dapat air dari mana? Hujan. Kenapa bisa terjadi hujan? Air menguap ketika siang hari, uap air biasanya mulai mengembun membentuk awan,  butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar, atau ketika butir air membeku menjadi kristal es,turbulensi udara terjadi, butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut, sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan. Indah bukan?
    Alasan kedua kenapa hujan turun ke bumi? 2) Mungkin hujan ingin berbaik hati kepada sebahagian orang yang tidak bisa mengungkapkan rasa rindunya? Rindu tak bertuan. Rindu yang bisa di rasakan sendiri, rindu hanya dia yang tahu, rindu yang hanya berakhir dalam tangisan yang tertutup butiran butiran hujan. Rindu yang hanya membuat seseorang akan susah untuk terlelap. Rindu yang tak terungkapkan. Rindu, sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu.

    Apa kolerasi antara hujan dan rindu? Karena hujan mengingatkan kamu pada seseorang.


Glasses

20 September 2013, 8.45pm


Cihuyy kaca mata baru, kaca mata lama? Kaca mata lama… ada dan bakalan di simpen. Kaca mata itu adalah saksi bisu semua pengelihatan aku. Selama.. 2 tahun kaca mata itu aku pake. Ga kurang cihuy apa tuh. Suka mikir, andai aja aku punya kaca mata yang di sisipin SD Card gitu yang besar memorinya ga terbatas. Seandainya misalnya aku ingin flashback yang dulu-dulu tinggal backward gitu. Mirip Google glass lah, tapi ga usah yang bisa nelpon atau sms hahaha, apa lagi sampe update path. Yang sederhana aja, bisa merekam setiap kejadian kejadian dalam hidup aku deh.

    Dua tahun pake kaca mata itu bukan waktu yang sebentar. Tiga tahun… lika liku nya banyak banget. Dari mulai ngeliat kejadian yang lucu, so sweet, ngebanggain, sampe yang nyesek, sakit hati dan berderai air mata. Waktu itu pake si hitam itu sesudah lebaran pertama sebagai anak kelas 1 SMA. Foto angkatan sama anak anak SMP dan ngenesnya itu terkahir kalinya aku ketemu sama temen temen SMP. Seiring berjalan nya waktu, aku yang sekolahnya jauh dari hiruk pikuk kota. Hahaha. Kaca mata ini mengenal kan aku kepada Entis, sang ketua MPK pada saat itu. Perkenalan-Persahabatan-Lalu kenangan

    Kaca mata ini pernah aku pake saat waktu nangis.. waktu aku liat Entis lagi bicara sama kecengan nya. Huahaha, saat itu perasaan aku berkeping-keping. Ancur men. Sakit hati. Entis yang saat itu aku ngeceng setengah mati (ini lebay, iya memang lebay) terus entis yang bersikap hangat sama aku, bikin aku nyaman. Nyaman bikin fantasi diri sendiri. Nyaman dalam bayangan semu. Bayangan yang ga ada cahayanya. Aku bego? Enggak. Dia salah? Enggak. Semua ini pasti ada tujuan nya. Misteri Illahi(plis ini apa?)

    Kaca mata ini juga pernah aku pake untuk melihat keindahan bumi pertiwi ini, melihat semua keindahan yang ada di alam semsesta ini. Subhanallah… Aku melihat serangkaian hutan dan perkebunan ketika aku hendak ke Jogja bersama keluarga maupun temen-temen sekolah. Aku melihat terasering dimana-dimana. Aku melihat indahnya pantai tanjung benoa di Bali, dan tak lupa.. aku selalu melihat keindahan langit setiap hari. Ketika pagi, aku selalu melihat seberkas cahaya putih terbit untuk menyinari setiap kehidupan di muka bumi ini, dan ketika menjelang malam aku selalu melihat senja yang begitu jingga meninggalkan dunia ini di gantikan dengan cahaya bulan yang hasil pantulan dari cahaya matahari. Bulan yang tak pernah sendirian, dia selalu bersama bintang. Bintang. Look how they shine for you…

    Kacamata ini… pernah di pake nonton Maliq and D’essentials di Hardrock cafe bali. Yang kebetulan aku, lagi main di bali. Nonton Maliq dari kejauhan yang angle nya juga ke jauhan. Beberapa lagu yang jazzy cozy mantep deh. Kaca mata ini juga pernah di pake nonton Smash di Trans studio xixixi. Kaca mata ini juga pernah di pake nangis gara gara nonton film Thailand Hello Stranger dan film A Crazy Little Thing Called Love.

    Terakhir, jasa terbesar kaca mata ini adalah membantu aku belajar selama 2 tahun lamanya. Aku yang ga bisa melihat dari kejauhan memabantu aku tetap mengoptimalkan mata ini untuk melihat dan tetap bisa belajar dengan baik. Yang aku pake baca, yang aku pake untuk berpikir. Kaca mata yang aku pake untuk membaca Al-Qur’an. Dan untuk melihat yang baik-baik…

    Pada akhirnya, kinerja kacamata ini aku berhentikan tepat tanggal 20 september 2013. Xixixi


I have no ideas

Saya ga tau harus gimana sama kamu. Saya serba salah. Bener-bener serba salah.. Saya takut salah-salah kata sama kamu, salah tindakan. Saya bingung. Ga ada ide harus gimana sama kamu. Kalau saya ajak kamu jalan, saya tau kamu pasti ga akan mau.. Everything I’ve done it seems wrong. I don’t know.. but that what I feel. Kamu yang lagi sibuk… kamu yang lagi capek… dan kamu yang setres lah, emosinya ningkat. Ga seharusnya saya ngindarin kamu.. tapi saya takut apa yang saya lakuin sama kamu itu bikin kamu ga nyaman, bikin kamu males sama saya. Maaf.. tapi saya bener-bener ga tau harus apa. Saya ga ada ide.


Insane

Suka ingin nanya,  tapi.. kata yang lain itu mah biasa aja. Tapi… tapi… tapi.. penasaran. Cuma takut. Takut kecewa.


Kamu.. Jangan pergi
Racikan kata