just the way i am

Prologue

"Kau tau?"
“Tau apa?”
“Nyatanya, aku masih sangat mencintaimu dan nyatanya pula kamu sangat mencintai dia


Monolog untuk seorang kawan

(Oya, bacanya sambil dengerin lagunya sheila on 7 - sebuah kisah klasik)

Sesekali aku punya seorang kawan, ia seorang wanita. Badannya tak jauh lebih kecil dari punya ku. Matanya yang sipit, pipinya yang cukup cabi, dan giginya pun lebih rapih dari punyaku. Hanya saja, aku lebih tinggi. Dan dia lebih beruntung.

Seseorang yang hanya pernah aku lihat dari kejauhan dan kini kami senang untuk berdekatan. Seseorang yang hanya aku tau dari cerita orang saja kini aku mendengar ia bercerita. Seseorang hanya aku tau wajahnya saja kini aku tau segala ekspresi yang ia punya. Seseorang yang pada awalnya ku cemburui kini menjadi seorang sahabat untuk selamanya.

Aku tak tau apakah ini yang di namakan takdir atau hanya sebuah kebetulan yang di rencakan oleh Tuhan sedemikian rupa tapi kami di pertemukan dengan cara yang tidak kebetulan.

Aku baru saja mengenalmu, beberapa saat yang lalu. Aku mengirimkan sebuah pesan singkat melalui social media bernamakan ‘Line’ hanya untuk menanyakan ‘Kamu ikut try out ga?’ dan ternyata pembicaraan kitaberlanjut. Yang pada saat itu, pacarku adalah teman featuring mu.
Ya, kita membicarakan soal pacarku pada saat itu. Dan tak lama pembicaraan kita berlanjut semakin larut. Banyak hal yang kita bicarakan.

Kini, kami bertambah dewasa. Dan sahabatku ini harus melanjutkan studinya di luar kota.

Selamat menempuh hidup baru sahabatku, terimakasih terlah menjadi bagian dari masa remajaku. Terimakasih telah memelukku ketika aku tersendu di malam hari. Terimakasih telah membuatku merasa istimewa. Terimakasih telah membuat ku tertawa dan tertawa bersama. Terimakasih telah memperkenalkan ku dengan dunia baru. Terimakasih telah memelukku ketika kepala ku berubah menjadi batu sekalipun. Terimakasih telah membantuku melihat ketika aku di butakan oleh emosi dan amarah sekalipun. Terimakasih telah berteriak ketika aku di tulikan oleh semua kebohongan.

Terimakasih telah berkenalan denganku.

Hahahaha aku membencimu, kamu selalu saja bisa membuatku tertawa dan menangis dalam satu waktu.

Jub, kamu disana baik-baik ya! Harus betah pokoknya. Belajar yang rajin ya. Jangan lupa ngemil. Biar gendutan. Jangan ngerasa ga punya temen disana ya. Ini cuma masalah waktu. Kalau kamu kangen aku, kamu buka aja chat kita yang dulu dulu. Chat kita yang suka tiba-tiba ngeblank karena kebanyakan. Chat kita yang isinya ga akan pernah abis buat di omongin. Kita suka gila ga jelas kalau udah ketemu dan curhat di rumah aku. Aku pernah bikin kaki kamu kejepit dua kali karena aku nyelip nyelip kalau naik motor. Kita pernah galau barengan di pvj terus ikutan tes toefl taunya tes toeflnya keren abis dan kita betah eh kita pulang malem. Kita pernah jalan bertiga sama bore yang niatnya mau ikutan acara wall street taunya kita malah main bertiga dan aku pulangnya patah hati. It’s all about us.
Semangat ya jub! Sukses terus. - Denita, 17th bakalan kangen sama jube.


Apa yang kamu tau dari sebuah ketidak cocokan?

Perpisahan.


Seorang pelupa

Seorang pelupa adalah pengingat yang baik.

Seorang pelupa selalu mengingat siapa satu-satunya orang yang dia cintai dan mencintai dia, walaupun dia adalah seorang pelupa. Dia selalu ingat menyebut nama kamu dalam pikirannya sesibuk apapun hingga dia lupa kesibukannya. Setiap kali dia sendirian dan dia lupa bahwa dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Setiap kali dia menikmati secangkir kopi yang dia lupa tambahkan gula. Setiap kali dia sedang menulis sesuatu yang dia lupa. Setiap kali dia merebahkan kepalanya di atas bantal yang dia lupa diletakkan di mana, sesaat sebelum dia memutuskan membaca doa tidur, dan tidak lupa, dia ingin memimpikanmu.

Seorang pelupa jarang mengungkit kesalahan-kesalahan yang pernah kamu buat. Dia selalu berusaha keras mengingat kebaikan-kebaikan apa yang pernah kamu lakukan untuknya, sekecil apapun. Dia melupakan dendam. Dan jika dia tidak lupa, dia membuat hal manis yang tidak pernah kamu ketahui, entah apapun itu, dia mungkin sudah lupa.

Seorang pelupa kadang lupa waktu-waktu yang menurutmu penting dan bersejarah. Dia jarang menghitung sudah berapa lama dia bersama kamu, karena dia selalu lupa belajar matematika. Tapi percayalah, seorang pelupa tidak pernah lupa waktu pertama kali dia jatuh cinta padamu. Waktu pertama kali kamu memutuskan untuk bersamanya. Waktu kamu tidak sadar tertidur di dalam peluknya. Waktu dia menghapus air matamu saat kamu lupa menepati janji, dan dia memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf. Waktu dia berusaha tetap tersenyum menghadapi kamu yang sedang lupa dalam keadaan marah. Waktu kamu menyuruhnya untuk melupakannya untuk selama-lamanya. Dia akan mengingatnya, selalu, dalam diam, dia tidak akan pernah lupa, karena dia mencintaimu.

Seorang pelupa akan selalu ingat hal apapun yang mungkin telah lama kamu lupakan.

Seorang pelupa tidak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu.

Pernahkah kamu dicintai oleh seorang pelupa?

Dan sialnya, aku lupa, aku adalah seorang pelupa.


Kamu dan Flu

Sesekali aku pernah terkena flu, pada awalnya aku merasakan demam tinggi, pusing, menggigil. Aku merasa mau mati. Saat itu, aku terus saja mencari obat untuk rasa sakit ku ini. Bahkan selain aku flu ini, aku merasakan batuk yang hebat. Padahal, paru-paru ku tidak apa-apa. Aku tidak mengidap ispa atau lain nya. Tapi rasa sakit ini semakin menajadi. Rasanya mengganggu. Aku terus mecari obat untuk rasa sakit ku ini.

Hingga akhirnya aku menyerah pada rasa sakit ku ini. Aku pikir, aku harus hidup dengan rasa sakit ini. Dengan flu, batuk, menggigil. Aku sakit. Aku terus mengingat dan merasa kan mengapa aku sakit seperti ini?

Seiring berjalannya waktu, aku sudah terbiasa hidup dengan flu yang menyerangku ini. Dan tanpa disadari, flu ini hilang dengan sendirinya.

Selamat menempuh hidup baru, masa remajaku.


Sebut saja masa lalu

Sudah sekian lama aku berjalan sendirian di hamparan lautan manusia. Aku berjalan untuk menemukan sebuah perahu yang bisa membawa ke pelabuhan itu.

Perahu ku hancur.

Hancurnya sebuah perahu ku mungkin hanyalah masalah kecil bagi mereka yang menggunakan kapal pesiar atau sejenisnya. Perahu ku hanya berupa perahu nelayan kecil yang hanya bisa di isi dua orang saja.

Pada mulanya, kami berdua sangat bahagia bisa mengarungi lautan ini bersama, setelah kami sempat berdebat apakah kita akan berlayar atau tidak. Lalu kami memutuskan untuk berlayar. Selama pelayaran kami ini, banyak hal yang kami lakukan. Kami ini adalah Nahkoda dan Co-Nahkoda, mengarungi lautan ini bersama. Melawan ombak, batu karang, badai, hujan hingga tsunami.

Kami tidak merasa keberatan atas apa yang menghadangi kami saat itu, kami berdua bisa melewatinya dengan kekompakan kami mejaga perahu itu agar tidak hancur. Kami terus mengarungi lautan itu hingga tak terasa hari mulai berganti, bulan pun melakukan rotasi, dan galaksi bima sakti ini membuat kami semakin percaya bahwa kami bisa mengarungi lautan ini bersama dengan semua harapan, cinta dan kesetiaan yang kami buat.

Seiring berjalan nya waktu, kami kehabisan akal. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan lagi pada perhau kami. Kami bosan. Kami jenuh. Ketika kami di hantam dengan badai. Kami saling berteriak. Kami saling menjauh sehingga keseimbangan perahu kami pun goyah. Kami hanya memikirkan bagaimana kebisingan di otak kami bisa hilang. Kami tidak peduli satu sama lain. Kami hanya sibuk dengan perasaan kami, pikiran kami. Meskipun saat itu, aku mencoba untuk mendekati Nahkoda itu dan bertanya bagaimana kita bisa mengarungi lautan dan membuat kapal yang lebih besar jika kita hanya menyerah pada hal sepele seperti ini? Nahkoda itu hanya terdiam dan terlihat seperti menyuruhku untuk menjauhi nya.

Hingga akhirnya, perahu kami hancur. Kita berpisah.

Banyak hal yang kami lakukan selama kami di perahu itu. Aku tidak tahu, apakah Nahkoda yang pada waktu itu membawa ku untuk mengarungi lautan ini masih mengingatnya ataukah dia sudah menemukan Co-Nahkoda lain nya? Aku tidak tahu. Aku hanya menyukai Nahkoda itu. Too many memories and too sweet to forget.

Terimakasih atas perjalanan nya. Aku harap kita bisa bertemu di pelabuhan dengan keadaan yang lebih baik. Maafkan aku.

Selamat menempuh hidup baru, masa remajaku.


Mereka.

Assalamualaikum.
Sudah beberapa hari hidup ini hampa, iya hampa tanpa jajanan di sekolah, tanpa keributan di kelas dan tanpa canda tawa bersama sahabat sahabat ku yang super. Terakhir ngumpul dan ketawa itu.. aduh kapan ya lupa. Kangen. Kangen sama sekolah sama anak anak meskipun ya aku ga begitu deket dengan anak anak kelas ya tapi aku tetep aja kangen sama mereka. Mereka dua tahun deket sama aku, jadi bagian aku juga. Hal yang paling di kangenin adalah ketika aku nyencengin riva sama adi dan ketawa ketawa ngomongin hal yang ga penting sama temen temen :( unchhhh how much I missed them.

Baru kerasanya sekarang, kangen sama anak anak. Bakal nemu ga ya lelucon yang ah kalau dipikir pikir sih garinxxxxx, tapi tetep aja mereka itu yang bikin pelajaran matematika lebih seru dan yang bikin pelajaran biologi ga ngerasa ngebosenin yang bikin pelajaran bahasa inggris itu buat nge-wifi dan pelajaran fisika ajang buat ngegodain gurunya. Hari pertama pemantapan yang telat itu gak ada. Keren kan? Kelas kita emang pada rajin. Iya rajin awalnya doang-_-

Hari senin. Muak. Matematika 3 jam. Serius belajar sampe akhirnya kram otak. Unchhh pegel pegel -_- gila men di suruh ngitung selama 3 jam what the banget kan, ngerjain soal-soal dari jaman telpon belum di temuin sampe jaman telpon aja sekarang udah bisa di bawa kemana mana.
Hari selasa, hari kedua pemantapan dan pelajaran biologi. Komitmen sebelum pemantapan itu sih ga boleh ada yang telat, and then yang telat itu ga boleh masuk gitu sih katanya. Pada kenyataan nya, aku hari kedua telat dan masih bisa masuk meskipun ngosh ngoshan. Dan hari kedua juga lumayan banyak yang telat. Funny!!!!
Hari rabu, hari ketiga pemantapan. Pelajaran nya bu mae(Kimia) komitmen yang sama, ga boleh ada yang telat. Tapi hari itu aku bangun telat dan dan dan akhirnya telat sekitar 45 menitlah ada soalnya bangun nya juga jam 6-_-
Hari kamis, sumpah ini hari paling nyantai men. Gurunya juga baek banget. ciyus. Hari kamis itu bahasa inggris biasanya pemantapan di multimedia listening terus latihan nya, udah gitu……….. wifi di ruang multimedia itu apa cik? Kenceng banget men! Yaudah deh ngedownload load sampe mampus wkwk.
Hari jum’at pemantapan nya pas pelajaran men, Kadang ga kerasa malah-_-
Hari Sabtu mah ga ada pemantapan. Hahaha

Ya sebenernya sih suka sebel juga kenapa harus ada pemantapan kan padahal dari bimbel juga kita udah dapet pematapan :( tapi seiring berjalan nya waktu pemantapan itu bikin kita jadi sering latihan gitu. Ngerjain soal terus terusan. Gicu.. Ah jadi makin kangen sama mereka. Fufufu.

-d-


Aku patah

Apa kolerasi antara bakat dan minat? Mungkin bakat akan lebih mendominan dalam terbentuknya sebuah kemampuan seseorang. Dan minat? Hanya sekedar kepuasan yang fana, nafsu, keinginan yang tidak nyata. Aku.. berada dalam titik terendah sebagai individu yang sedang berkembang. Ketika kamu… mempunyai kemampuan berimajinasi dan kamu tidak bisa merealisasikan apa yang kamu imajinasikan. Sakit. Kecewa. Bodoh. Aku hanya menjadi seorang yang memaksakan sebuah keminatan menjadi sebuah kemampuan. Aku.. tidak pernah pandai menggambar. Ayahku seorang penggambar yang hebat, tapi aku tidak pernah merealisasikan apa yang aku punya. Imajinasi. Imajinasi yang aku punya hanya akan berkahir menjadi semua omong kosong. Imajinasi ku hanyalah sebuah angan angan yang tidak bisa di realisasikan. Aku.. patah semangat.


Hangat

Hujan deras mengguyur seluruh kota Bandung, hujan tanpa henti dari pagi hingga sore ini mebuat cuaca di sekitar menjadi lebih dingin sekaligus hangat. Hangat. Ya, hangat. Apa yang kamu ketahui mengenai hangat? Hangat adalah ketika kamu meraih tangan ku lalu menggengam nya dan meniupkan udara kedalamnya agar tangan ku tidak lagi kaku dan menaruhnya di pipimu. Adalah ketika kamu, menjatuhkan tangan mu di pundak ku. Adalah ketika kamu, memeluk ku hingga aku kehabisan napas, lalu aku mendorongmu dan kita tertawa hangat. Adalah ketika kamu, menatap dalam mataku ditengah hujan deras sesembari berkata ‘aku sayang kamu’. Hangat.


Cintapucino

Secangkir Cappucino panas dan manis

Apa yang kamu pikirkan mengenai Cappucino?

Kau tahu, jika meminum Cappucino saat panas, lidah ini bisa melepuh!

Tapi.. jika kita menunggu Cappucino itu dengin, maka rasanya hambar. Tak manis lagi.

Bagaimana jika kita meminum Cappucino dengan cepat?

Mungkin kita tidak bisa merasakan manis dan hangatnya Cappucino itu.

Sedangkan, pada dasarnya Cappucino itu akan terasa nikmat jika kita bisa menikmati manis dan hangatnya Cappucino itu..